Sewa rumah atau beli rumah ?, pertanyaan ini pasti muncul di pikiran beberapa orang utamanya kalian yang berumur 22 – 30an tahun. Wajar memang mengingat pada umur-umur segitu adalah umur bagi Sebagian besar orang yang baru bekerja kemudian banyak juga yang menjadi pengantin baru.

Jawaban pertanyaan itu dapat bermacam, bergantung pada wilayah tempat Anda bertempat serta situasi keuangan Anda. Artikel ini akan membantu memberikan gambaran kepada kalian untuk memutuskan apakah sewa atau beli rumah.

1. Ongkos tempat tinggal perbulannya

Hal pertama yang harus dipikirkan adalah Ongkos Tempat Tinggal Per Bulan Di kota tempat anda berencana tinggal, harga sewa rumah per bulan bisa saja sama juga dengan atau justru semakin tinggi dibanding angsuran credit KPR setiap bulan apabila kita memutuskan membeli rumah atau bahkan sebaliknya. Sebagai contoh di kota besar atau metropolitan seperti Jakarta, sewa rumah biasanya ialah pilihan yang tambah murah. Kecuali bagi anda yang bekerja di Jakarta kemudian kalian rela untuk menempuh perjalanan lebih jauh dengan memilih hunian di luar Jakarta seperti bogor atau Bekasi. Maka dari itu, sebelum Anda putuskan akan sewa atau beli, kerjakan dahulu riset kecil-kecilan di lingkungan pemukiman yang Anda gemari ; berapakah besar sewa rumah per bulan? berapakah besar angsuran bila Anda beli rumah sesuai yang kalian inginkan ?

2. Berapakah Lama Anda Punya niat Untuk Tinggal Di Satu Tempat?

Beberapa karyawan muda yang baru mengawali karier seringkali lupa jika mereka kemungkinan tidak selama-lamanya tinggal di kota yang sama. Memburu karier sering bermakna harus bersedia bertukar pekerjaan, dimutasi atau dipromosikan ke posisi semakin tinggi di kota yang lain, atau bahkan menjalani sekolah atau pelatihan di luar negeri. Jika kalian termasuk juga orang yang belum seutuhnya mapan semacam ini, karena itu sebaiknya Anda tinggal di kos-kosan saja, atau sewa rumah. Sebaliknya, bila kalian merupakan orang dengan seperti guru atau dosen dimana pekerjaan tersebut mapan dalam artian tidak mungkin pindah-pindah tempat maka kalian dapat mempertimbangkan untuk membeli rumah.

3. Apa Anda Bersedia Repot-Repot Menjaga Rumah?

Dibanding dengan mengurus rumah sendiri, berada tinggal di kos-kosan terhitung benar-benar praktis ; Anda tidak perlu ribet berpikir mengenai tagihan listrik, air, pajak, pungutan sampah, agenda ronda, rapat desa, dan lain-lain. Belum juga permasalahan perbaikan bila rumah alami kerusakan, atap bocor, listrik konslet, serta semacamnya. Saat Anda sewa rumah, karena itu urusan-urusan itu bisa saja diurus dengan pemilik rumah, atau dipisah dengan rekan sekontrakan. Tetapi waktu Anda telah mempunyai rumah, meskipun itu cuma credit KPR, Anda dituntut mengatur semuanya sendiri.

Dari ketiga kriteria diatas menurut kalian manakah yang paling cocok dengan kondisi kalian saat ini. Apabila memang kalian sudah mempertimbangkan matang-matang untuk membeli rumah maka bersegeralah untuk berhitung biaya-biaya yang harus kalian keluarkan nantinya. Tapi bila belum siap, bersantailah dahulu dalam tempat tinggal sewaan.

Sebagai gambaran pertimbangan lainnya Sewa berarti kalian tidak perlu untuk menabung uang muka. Untuk beli satu property, tentu saja Anda harus mempunyai tabungan yang lumayan banyak. Serta bila membelinya dengan KPR atau angsuran yang lain, tetap Anda harus mempersiapkan dana yang dapat disebut lumayan besar untuk uang muka rumah itu.

Dengan sewa rumah, cuma ongkos sewa per tahun saja yang perlu dikeluarkan, serta tentunya jauh tambah murah daripada beli rumah. Akan tetapi jika kalian menyewa rumah kalian akan kehilangan kesempatan untuk berinvestasi karena sampai kapanpun kalian tidak akan pernah memiliki kepemilikan rumah yang kalian sewa tersebut, jika uang sewa tersebut dialihkan ke pembayaran cicilan kredit misalnya maka pada tahun tertentu rumah tersebut akan menjadi milik anda. Tetapi harus dilihat juga faktor-faktor diatas yang sudah kami jelaskan kepada kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here